![]() |
google image |
Meskipun sebuah penelitian dari Universitas Queensland, Australia, pada tahun 2013 mengatakan bahwa 20 hingga 40 persen dari kecerdasan anak adalah faktor genetik, hal tersebut bukan berarti membuat orangtua tidak mencari cara untuk membuat anaknya lebih cerdas.
Tentu, hal ini dikarenakan faktor yang lebih dominan membentuk kecerdasan anak bukanlah faktor genetik, tetapi faktor lainnya seperti bagaimana orangtua membesarkan dan mendidik mereka.
Salah satu cara orangtua untuk membuat anak lebih cerdas adalah mendengarkan mereka musik, bahkan sejak dalam kandungan. Di antara musik yang bisa diperdengarkan adalah musik-musik klasik seperti Mozart atau musik dengan tempo lambat lainnya.
Beberapa cara membuat anak lebih cerdas seperti yang dikutip dari Time, Kamis (8/1/2015).
Berikan pelajaran musik
Cara membuat anak lebih cerdas pertama adalah memberikannya pelajaran musik. Jadi, selain hanya memperdengarkan musik pada anak, memberikan mereka pelajaran musik juga dapat membuat anak lebih pintar.
Sebuah riset menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mempelajari musik, anak yang belajar musik memiliki peningkatan IQ lebih cepat. Bahkan, belajar musik juga bermanfaat bagi orang yang lebih tua.
Biarkan anak bermain
Ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa mereka yang lebih senang bermain lebih bodoh karena menghabiskan waktu sia-sia. Padahal, bermain dapat membuat kondisi anak lebih baik, dan kondisi yang baik dapat mempercepat anak mempelajari bahasa baru sebanyak 20 persen.
Seringkali orangtua terlalu khawatir dan melindungi si kecil. Tapi anak yang terlalu dikekang tidak akan membuat anak menjadi kreatif dan cerdas. Membiarkan anak bermain adalah cara tepat agar anak lebih kreatif.
Demikian disampaikan Dosen senior di bidang psikologi dan pendidikan di Universitas Cambridge, Dr David whitebread. Ia mengecam orangtua yang selalu memberikan tekanan pada anak untuk tidak banyak bermain.
"Membiarkan anak-anak bermain sendiri membantu mereka mengembangkan keterampilan yang terkait dengan prestasi akademik," kata David, seperti ditulis Dailymail, Kamis (14/8/2014).
Masalahnya, kesibukan orangtua atau minimnya waktu si kecil bermain dalam beberapa dekade terakhir mengalami perubahan yang besar. "Kehidupan anak-anak sekarang jauh lebih terstruktur. Mereka sering ikut pelajaran tambahan daripada bermain. Padahal, sudah ada banyak bukti yang menunjukkan anak kurang bermain dapat merugikan."
Data Fisher Price menunjukkan, anak-anak hanya menghabiskan 5.4 jam bermain sehari. 2,3 jam bermain dengan orang tua dan 1,9 sisanya mereka bermain sendiri.
Dr whitebread mendesak orang tua untuk memberikan anak-anak berbagai pengalaman, baik dengan orangtua atau dengan teman sebaya.
Demikian disampaikan Dosen senior di bidang psikologi dan pendidikan di Universitas Cambridge, Dr David whitebread. Ia mengecam orangtua yang selalu memberikan tekanan pada anak untuk tidak banyak bermain.
"Membiarkan anak-anak bermain sendiri membantu mereka mengembangkan keterampilan yang terkait dengan prestasi akademik," kata David, seperti ditulis Dailymail, Kamis (14/8/2014).
Masalahnya, kesibukan orangtua atau minimnya waktu si kecil bermain dalam beberapa dekade terakhir mengalami perubahan yang besar. "Kehidupan anak-anak sekarang jauh lebih terstruktur. Mereka sering ikut pelajaran tambahan daripada bermain. Padahal, sudah ada banyak bukti yang menunjukkan anak kurang bermain dapat merugikan."
Data Fisher Price menunjukkan, anak-anak hanya menghabiskan 5.4 jam bermain sehari. 2,3 jam bermain dengan orang tua dan 1,9 sisanya mereka bermain sendiri.
Dr whitebread mendesak orang tua untuk memberikan anak-anak berbagai pengalaman, baik dengan orangtua atau dengan teman sebaya.
Resource Mirror
Blogger Comment
Facebook Comment